Plastik, Ratu atau Racun Dunia?

Nina Nurviana

Kode untuk produk industri yang sudah disepakati oleh  masyarakat internasional, biasanya ada di bagian bawah botol/wadah plastik

terpanggang sinar matahari, plastik lalu menjadi butiran seperti telur ikan. Butiran itu sering disangka makanan oleh ikan dan Kode untuk produk industri yang sudah disepakati oleh masyarakat internasional, biasanya ada di bagian bawah botol/wadah plastik

Ilmuwan Belgia Leo Hendrik Baekeland (1863-1944) menemukan bakelit pada tahun 1908. Bakelit adalah bahan plastik pertama dari jenis duroplast. Seiring dengan penemuan bakelit muncul pula penemuan baru di bidang kimia, seperti teknik polimerasi unsur karbon. Bakelit yang setelah diolah kini dikenal dengan nama plastik itu mempunyai sifat material yang baik, keunggulannya adalah mudah dibentuk, relatif kuat, bukan penghantar listrik dan murah harganya sehingga sangat sesuai untuk produk konsumsi sehari-hari dan produk rekayasa canggih lainnya. Keturunan bakelit pun bermunculan  sebelum tahun 1945 yaitu nilon, polyester, teflon, silikon, polyuretan, PVC dan lain-lain. Karena keunggulannya, membuat bahan tersebut dapat diaplikasikan ke berbagai produk hampir tanpa batas, bahan plastik menjadi ladang subur bagi penemuan desain baru yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Dunia menyambut “Ratu dunia” dengan kegairahan baru, era kayu dan logam menjadi
tersisih.

Download the complete article here

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: