Magno’s Agro Forestry Program (2/2)

Tree nursery

Dataran tinggi membutuhkan jenis kopi yang berbeda dengan kopi dataran rendah. Tahun 2010 kami membeli kopi Arabica F1 bersertifikat untuk ditanam di wilayah lereng Sumbing. Saat ini telah ada sejumlah 5 petani dengan luas area sekitar 5 Ha yang bersedia beralih dari pertanian tembakau ke kopi.

The highland area provides for different coffee variation, compared to the lowlands. In 2010 Magno bought certified Arabica F1 coffee plants to be grown on the side of Sumbing mountain. At the moment there are five farmers within an area of 5 Hectares who are willing to switch from tobacco to coffee.

Local crop

Learning from the above and from various sources, we conclude that agro forestry is the right activity to be proceeded. Agro forestry, on one hand gives more economical benefits for the farmers, while nurturing and improving the quality of the environment on the other hand.

Berbeda dengan wilayah lereng sumbing, desa-desa disekitar masih banyak memiliki wilayah yang hijau. Namun  sampai kapan hal tersebut akan bertahan? Gambar berikut adalah gambar satelit Desa Kandangan, blok-blok berwarna kuning  adalah wilayah-wilayah yang telah beralih menjadi pemukiman dalam kurun 20 tahun terakhir, dan lajunya semakin cepat dari tahun ke tahun.

Kandangan Village

Different from the Sumbing mountainside, green areas in the surrounding villages still exist. But is it going to last? The picture above is a satellite shot of the Kandangan village: the yellow blocks are the areas that have transformed into dwellings within the past 20 years. The pace is getting faster throughout the years.

Magno location

Wilayah-wilayah desa sekitar kandangan saat ini masih banyak memiliki wilyah hijau, namun wilayah-wilayah tersebut terus mengalami penciutan. Sebab yang paling mendasar adalah nilai ekonomi yang  didapat pemilik  masih rendah perluas lahannya. Selama nilai ekonomi yang diperoleh dari aktivitas pertanian rendah, sehingga lahan-lahan hijau akan semakin menghilang.

Around Kandangan village there are still some green areas, but those areas keep shrinking.  The main cause for this situation is the low economic value per acre that is determined by the owners hold. As long as the economic value obtained from farming activity is low, the green areas will gradually disappear.

A new green property

Baru-baru ini kami membeli lahan sawah seluas 2.2 Ha. Lokasi ini selama ini diincar pihak lain yang ingin menggunakannya untuk membangun kompleks perumahan.  Kami ingin tetap menjadikan tempat tersebut  titik awal mengenalkan pertanian organik kepada para petani disekitarnya. Pertanian organik secara bertahap akan mengembalikan kesuburan tanah, pada gilirannya nanti akan memberikan hasil yang lebih banyak dan menyediakan bahan pangan yang sehat bagi masyarakat.

We have just acquired a rice field with the size of 2.2 Hectares. Others have eyed this location to be turned into a housing complex. We plan to keep it as the starting point of teaching organic farming to the farmers who live in the surrounding areas. Organic farming will in time bring back the soil fertility, and will in turn yield better results in terms of providing healthy food for the local communities.

Singgih & visitors

Agro forestry merupakan jawaban yang tepat, karena agro forestry  mampu memberikan hasil yang lebih tinggi perluas lahan sekaligus menjaga wilayah hijau menjadi tetap hijau. Wilayah ini akan memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri.

Agro forestry is the right answer to maintaining the prospective value of the land, since it can bring better results per acre and also to keep the areas green. The area will be able to fend for itself.

Productive crops

Petani sebaiknya menanam berbagai jenis tanaman yang bisa menghasillkan panen dalam jangka pendek, sedang dan panjang.  Tanaman aren (Sugar Palm) merupakan jenis tanaman yang baik untuk konservasi air,  dapat ditanam bersama  tanaman kopi, namun bisa disadap tiap hari air gulanya untuk kemudian diproses menjadi gula aren.  Perlu penyempurnaan dalam budidaya aren dan pengolahannya agar hasilnya bisa untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Pemenuhan kebutuhan finansial harian akan menghindarkan petani untuk memetik kopi dalam kondisi masih muda dan menebang pohon-pohon yang belum cukup umur.

Farmers are better off growing all kinds of plants which yield short-term, mid-term, and long-term harvests.  Palm sugar is the kind of plant that is good for water conservation, will co-exist with coffee trees, and yet can be tapped on daily basis to be processed into palm sugar. The process still need further improvements in growing the plant, to be able to get the kind of results that will provide for daily needs. Fulfilling daily financial need will keep the farmers from picking the coffee beans or from cutting down trees before its time.

On the mountainside

Salah satu penyebab melemahnya sektor ini adalah akibat kualitas SDM yang menurun. Sarjana pertanian tidak mau bekerja di pertanian. Perlunya pengembangan SDM petani agar bisa mengelola aktivitasnya dengan manajemen usaha yang lebih baik.  Peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan pengembangan agro forestry.

One of the weakest factors in this sector is the human resource. University graduates in the field of agriculture are rarely willing to work in the agriculture sector. Farming needs its own human resource development in order to be able to manage its activities with better business management. The quality of the human resource is one of the key factors to achieve successful agro forestry.

Production site

Nilai tambah yang lebih besar juga akan didapat jika  para petani mampu menjual hasil pertaniannya dalam bentuk sudah diproses. Mereka perlu membangun semacam koperasi untuk dapat mengolah hasil pertaniannya menjadi bahan/produk yang lebih berkualitas. Aktivitas pengolahan ini selain memberikan nilai tambah pada hasil pertaniannya juga memnciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Greater added value will be gained when the farmers can sell their product in processed forms. They need to build a co-operation system in order to be able to process their farm products into quality commodities. This processing activity will yield an added value and also could also create job opportunities for the surrounding communities.

Giving back to each other

Kita harus belajar dari keterkaitan hidup yang saling bergantung dan mempengaruhi dalam sebuah ekosistem alam. Kegiatan apapun di alam ini akan secara otomatis menjadi bagian dari sebuah ekosistem. Jika kita memberi sesuatu yang positif ke alam, alam pun akan memberikan hal yg sama ke kita.  Kegiatan industri akan menjadi bagian yang positif dari sebuah sistem alam jika kegiatan itu didasarkan pada kesadaran akan daya hidup, keseimbangan dan keterbatasan alam.

We will have to learn from the interconnectivity of lives that is interdependent and influencing each other within a natural ecosystem. Any kind of activities in nature will automatically become a part of an ecosystem. If we give positive things to nature, nature will do the same things to us. Industrial activity will become a positive part of a natural system if the activities are based on the consciousness of the living force, balance, and the limitation of nature.

Advertisements

Magno’s Agro Forestry Program (1/2)

Singgih and his workshop

Magno merupakan brand dari produk kayu yang saat ini telah mendunia. Produk ini didesain dan diproduksi di Kandangan, sebuah desa di Jawa Tengah, Indonesia.  Singgih S. Kartono  desainer produk kelahiran desa tersebut merupakan kreator dan pendiri Magno.  Singgih memutuskan kembali ke desanya  karena merasa hal itulah yang seharusnya dilakukan setelah melihat kenyataan desanya telah kehilangan banyak para pemikirnya

Magno is a brand of wood products which has achieved global recognition.  This line of products is designed and manufactured in Kandangan, a village in Central Java, Indonesia.  Singgih S. Kartono, a product designer who was born in the village, is the creator and founder of Magno.  Singgih decided to return to his village after graduating from ITB, since he felt that it was the right thing to do, considering the situation that the village has lost most of its thinkers.

Magno products

Pada tahun 2008 Magno memperoleh Good Design Award di Jepang. Penghargaan ini sangat berarti, karena tidak diberikan semata pada produknya namun juga pada aktivitas pengembangan komunitasnya. Produk-produk Magno saat ini telah tersebar luas dan dijual di toko-toko desain terkemuka di dunia, di MoMA New York dan Design Museum London.

In 2008 Magno received the Good Design Award from Japan. This award meant a lot, since it was not just dedicated to the product, but also to the related community development activities.  The Magno products at the moment have been distributed widely and are available on the shelves of prominent design shops around the world such as MoMA in New York and Design Museum London.

Human being is a part of nature

Kecintaan Singgih pada kayu dan kehidupan masyarakat desa pada satu sisi dan sikap kritisnya pada perkembangan teknologi dan industrialisasi pada sisi lain telah melahirkan pendekatan baru dalam desain.  A perfect design should be an imperfect one. Ketidaksempurnaan yang disengaja ini memberikan ruang pada user untuk membangun  hubungan user-product yang lebih dekat, hal ini akan menghindarkan sikap pakai buang sebagai ekses dari industrialisasi.

Singgih’s love for wood, also the lives of the villagers on one hand and his criticism of technology and industrialization on the other hand, brought forward a new approach in design.  A perfect design should be an imperfect one. This imperfection that is created on purpose provides a space for the user to build a closer user-product relation, and this will avoid wasteful attitude, which is an excess of industrialization.

Magno products

Singgih memilih untuk hanya membuat produk kayu berdimensi kecil dengan teknologi craft. Produk ini  lebih sedikit menggunakan  kayu dan menciptakan lebih banyak peluang kerja. Dalam 1 tahun kegiatan produksi hanya menebang kurang dari 75 pohon, memberikan lapangan kerja secara kontinyu 35 perajin dan menanam lebih dari 8000 pohon/tahun. Permasalahan lingkungan pada dasarnya adalah permasalahan ekonomi, aktivitas ekonomi yang benar  akan berakibat positif pada alam.

Singgih chose to focus on small-sized wooden products, produced with craft technology. This kind of product will use less wood and create more job opportunities.  Within one year, its production process only consumed less than 75 trees, and provides continual job opportunity for 35 craftsmen/women and planted more than 8000 trees/year. The environmental problem is at the core of economic problem, therefore the right economic activities will bring positive impacts to the environment.

Tree nursery

Singgih menyadari  bahwa kayu yang digunakan dalam produksi bukanlah yang dia  tanam. “Kami memanen kayu yang ditanam generasi sebelum kami,  sehingga kami berpikir harus menyediakan hal yang sama untuk generasi berikutnya“.  Singgih membangun tree nursery di sekeliling workshop produksinya dan melibatkan perajin dalam proses pemeliharaannya. Singgih ingin menanamkan  kesadaran pada mereka bahwa menanam dan menumbuhkan kayu membutuhkan kesabaran, ketekunan dan waktu yang panjang.

Singgih realizes that the wood he uses in production is not the variation that he planted.  “We harvest wood that our previous generations planted, therefore we think that we have to provide the same thing for the generations after us.” Singgih established a tree nursery around his production workshop and involved craftspeople in maintaining the nursery. Singgih wanted to teach them the idea that planting and growing wood need patience, determination, and a long time.

Planting

Tahun 2008 Magno membagikan gratis 8000 bibit pohon, tahun 2009 sebanyak  lebih dari 10000 bibit. Bibit tanaman tersebut berasal dari bibit yang dipelihara sendiri dan dibeli dari para pembibit di luar untuk menambah jumlah.  Berdasarkan pemantauan yang dilakukan secara periodik, tingkat hidup bibit yang dibagikan mencapai lebih dari  75%.

In 2008 Magno distributes 8000 tree saplings for free, and in 2009 over 10000 trees.  These were from their own nursery plus the ones bought from outside sources to add to the sum. Periodic monitoring indicates that the life expectancy of these trees reaches 75%.

Local forest

Bibit dibagikan ke masyarakat sekitar untuk ditanam di lahan mereka sendiri. Masyarakat di sekitar desa memanfaatkan lahan non sawah untuk menanam kopi.  Mereka juga menanam pohon2 untuk diambil kayunya.  Tanaman kopi merupakan jenis tanaman yang membutuhkan teduhan, sehingga  kami tidak menemui kesulitan dalam membagikan bibit pohon ke wilayah ini.

The trees are being distributed to the local communities to be planted in their land. The surrounding village communities use the non-rice field land to grow coffee. They also planted trees for the wood. Coffee trees is the kind of plant that can only thrive in the shades, so we don’t encounter any problem in distributing these tree saplings to be planted around the area.

Mountainside areas

Singgih menghadapi hambatan ketika membagikan  bibit tanaman untuk wilayah lereng gunung. Wilayah ini sebagian besar digunakan untuk menanam tembakau, dan jenis tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari yang maksimal.  Pohon2 yang rindang ditebang.  Pertanian tembakau telah menjadikan wilayah ini mengalami kerusakan yang cukup parah.

Singgih faced a challenge when distributing the trees to the mountainside areas. These areas are largely used to plant tobacco, and this kind of plants needs maximum sunlight.  The shady trees are being felled. The tobacco industry has rendered the areas severely damaged.

Temanggung tobacco

Tembakau temanggung  dikenal dengan jenis tembakau berkualitas tinggi dan banyak dibutuhkan oleh para produsen rokok. Harga tembakau sesungguhnya tidak stabil, namun kadang harganya demikian tinggi sehingga membuat petani selalu ingin menanam. Kegiatan penanaman tembakau telah berlangsung demikian lama, sehingga telah menjadi  tradisi.

Temanggung tobacco is famous for its high quality and it is most sought after by cigarette companies. The price of tobacco is unstable, but occasionally the price is so high that farmers always want to grow it.  The tobacco growing activity has been going on for so long that it has become a part of the tradition.

Nursery

Pada tahun 2008 dilakukan kerjasama pembibitan pohon dengan sebuah SMP di lereng Gunung Sumbing. Pada saat itu kami menyiapkan bibit pohon Mahoni. Pada tahun 2009 atas masukan dari masyarakat sekitar kami menyiapkan bibit kopi.  Beberapa orang di wilayah pertanian tembakau berniat untuk beralih ke tanaman kopi. Progam ini berhasil menyiapkan 900 bibit dan telah ditanam di lahan.

In 2008 tree nursery activities are conducted in a partnership with a secondary school on the mountainside of Mount Sumbing.  At that time, Magno prepared Mahogany saplings. In 2009, several people around the area suggested to prepare coffee saplings. Some people wanted to change their tobacco plantation to coffee. We succeeded in providing 900 coffee saplings, which are already planted in the area.